Halo manusia-manusia lucu di seluruh dunia. Nama gue Hesti, pelajar SMA. Jangan pernah macem-macem sama gue kalo gak pengen gue bikin gigi lu protol satu-satu. Nah, sekarang gue pake jaket hitam motif warna kuning mencolok, safety riding. Secara gue manusia yang taat lalu lintas di kelas IPA 6 yang menyenangkan dan menyebalkan ini.
Masterpiece
FILM YUFINA
"Duh... Gue jangan difoto donk. Gue belum pake make-up nii." Sang superstar Yufina mencoba menyampaikan keluhannya.
"Oiii...!!! Siapkan peralatan rias untuk artis kita!!" Astrada(Asisten sutradara) memberikan instruksi pada kru film 'API SHANDORA'.
"Apa aja boooooss??"
"Gamping, mentega, pasir, dan apa aja lah!!" Tutur si astrada secara tidak wajar.
"Tunggu!! Apa itu tidak terlalu aneh!?" Yufina protes.
"Sori, Yuf. Kita kehabisan bedak, lipstik, dan perabot rias lainnya. Terpaksa cari yang natural."
"OGAH!! MENDING GUA BERMUKA LUTUNG AJA DARIPADA HARUS DIMAKE-UP KULI BANGUNAN KAYAK GITU!!"
"Gimana kalo lu coba aja dulu?"
"Gimana kalo lu mencret aja!?" Yufina semakin sebal.
Tak lama kemudian, sang sutradara yang baru saja keluar dari WC akhirnya muncul juga. Dengan muka merah karena susah buang air besar, sang sutradara berjalan menghampiri Yufina.
"Yufina, peran kamu tu cuma sebagai janda melarat yang bertampang jelek dan bisulan di seluruh wajah. Buat apa make-up cakep-cakep segala?" Sang sutradara dengan sukses memberikan arahan pada Yufina si superstar.
"Oke deh. Gue rela disiksa make-up dikit. Yang penting honor gue nambah."
Setelah itu, para kru segera menyiapkan perangkat rias kasar yang diminta oleh Astrada. Yufina duduk di depan cermin besar dan dengan segenap keteguhan hati telah siap diporak-porandakan mukanya.
"Buat apa gamping itu?" Tanya Yufina saat salah seorang kru berancang-ancang mengoleskan gamping ke wajahnya.
"Buat bedak."
"Lha, mentega buat apa?"
"Buat lipstik."
"Lalu pasir ini juga buat apa?"
"Buat dijadiin bisul bo'ongan."
"AAAAAAAAAARRRGGGH..." Yufina pingsan setelah jantung koronernya kumat.
Wina, si pemburu perompak
Namaku Wina. Dahulu, ada seorang yang telah mendapatkan segala kekayaan, ketenaran, dan kemakmuran di dunia ini. Dia adalah Gold D. Roger, sang raja bajak laut. Kalimat terakhir yang diucapkan sebelum kematiannya mendorong semua orang di penjuru dunia untuk berburu harta karun peninggalannya!! Begitu pula aku. Aku ingin menjadi ratu bajak laut!!
KELOMPOK BAJAK LAUT IPA-ENAM!!!
Remi membuat kita jarang REMIDI
"Diampuuut... Kartuku kok jelek-jelek siiiih!!?" Gerutu Kiky yang mendapat 2 kartu as, 2 keriting, 10 sekop, king hati, dan joker merah.
"Wahahaha..." Ridho tertawa senang karena mendapat joker hitam, 2 sekop,3 sekop,5 sekop, 5 hati, dan 7 hati.
"Nah..." Dio memulai dengan antusias.
"Aduh... Rasanya aku bakal minus banyak banget deeeh..." Kiki mencoba memelas.
"Siapa siih yang menyembunyikan king hati??" Tanya Mbah dalam hati.
"Oke..." Ridho mengakhiri permainan setelah berhasil mendapat kartu 6 hati.
"Brengsek!!"
SUMEH
"Duh, ternyata gue peke kacamata cakep juga, ya?" Tukas Sumeh yang langsung mengundang hujatan dari punggawa IPA 6 lainnya.
Begitulah Sumeh. Dia adalah tipikal manusia yang terlalu miskin untuk disangka mengalami obesitas dan terlalu sehat untuk dikira malnutrisi. Cacingan adalah deskripsi yang tepat. Rumahnya Buntaran Rejotangan, 23 km dari sekolah. Setelah sukses lulus dari SMP 1 Ngunut medio 2007, dia meneruskan pendidikannya di SMABOY. Setelah lulus SMA, dia berencana melanjutkan kuliah di STMUA(Sekolah Tinggi Make-Up Artis).
IPA 6 SETELAH KERJA BAKTI
Memories Of Bazar 2008
Dikelas dua ini adalah terakhir kalinya kelas IPA 6 mengikuti bazar. Karena mungkin tahun depan tidak akan ada lagi bazar.
Gambar 1 adalah kincir air yang diletakan di depan stan IPA 6, kincir ini turut menyemarakkan suasana bazar terakhir tersebut.
Gambar 2 dalam gambar tesebut terlukis wajah gembira M.Nanang Setiawan, Meskipun Nanang tidak ikut membantu karena menjaga keamanan bazar namun kami semua memakluminya karena itu sudah tugasnya sebagai wakil ketua PKS.



