Blog ini memang hiatus untuk waktu yang
cukup lama. Setelah lulus dan meninggalkan SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung, di
tahun 2010, warga IPA 6 pun seakan juga meninggalkan blog ini tak terurus.
Wkwk. Berawal dari perbincangan tanpa sengaja sekitar beberapa hari yang lalu
bersama tiga orang mantan makhluk IPA 6 di sebuah kafe yang dulu harga menunya
lumayan murah dan tempatnya enak tapi sekarang harganya mulai naik lalu
tempatnya jadi rame dan wifinya lemot, terbentuklah keinginan saya untuk
mengisi kembali blog ini dengan keceriaan. Horeee! Sebenernya banyak… banyak
sekali yang pengen saya posting tentang IPA 6 di sini, mungkin karena selama
ini kelas IPA 6 telah memberikan arti yang begitu mendalam di hidup saya.
Azekkk. Mungkin nanti akan saya akan throw back (posting foto-foto dan mungkin
video lama) saja.
Saya ingin mengingatkan kembali kepada
para pembaca, khususnya teman-teman IPA 6, bahwa kita dulu pernah menghabiskan
hari-hari di bawah atap yang sama. Mungkin kita memang diciptakan untuk segila sekompak ini dulu, bahkan hingga
sekarang saat kita telah sibuk berjalan sendiri-sendiri. Sebenarnya kita tidak
selalu berjalan sendiri-sendiri sih, ada kalanya kita masih bertemu untuk
berbincang dan membully satu sama lain
mempererat persahabatan. Pada saat ramadhan, kebetulan IPA 6 yang sekelas
Muslim semua ini, selalu menyempatkan waktu untuk berbuka puasa bersama,
meskipun selama 4 tahun setelah berpisah ini buka puasa bersama selalu dihadiri
oleh orang yang itu-itu saja. Yah, mungkin karena kesibukan atau bertepatan
dengan acara lain.
Setelah 4 tahun kelulusan Batalyon IPA 6
dari SMAN 1 Boyolangu, kita memang memilih jalan yang berbeda. Ada yang kuliah,
bekerja, pergi ke luar angkasa menikah….
Banyak hal yang terjadi selama 4 tahun belakangan setelah kita berpisah, kita pun
juga mulai berubah dan memilih untuk menciptakan dunia baru, mencari teman-teman
baru, serta tanpa kita sadari kita telah menciptakan jarak dengan teman lama.
Namun apa yang lebih penting adalah persahabatan ini harus tetap ada.

Mungkin semakin bertambah umur kita,
kita pun semakin pandai berpikir. Tak jarang pikiran-pikiran di dalam diri
membawa persahabatan ini pada perselingkuhan
perselisihan yang membuat kita semakin berjarak. Sempat terpikir jauh hari
sebelum ini dalam benak saya untuk ‘meninggalkan’ IPA 6 karena mulai adanya
perbedaan cara berpikir saya dengan mereka. Namun selama 4 tahun ini pula saya
berpikir, untuk apa meninggalkan teman-teman IPA 6 jika yang perlu saya lakukan
hanya mengerti, melihat dari sudut pandang mereka, serta menerima perbedaan
yang ada. Meskipun hanya 2 tahun kita bersama di IPA 6, namun begitu banyak
yang telah dilalui. Kita pernah bolos bersama (bagi yang hobi bolos), les
bersama, makan di kantin bersama, menang di classmeeting, memberi kejutan ultah
pada bu Sirami pak Bero wali kelas
11 IPA 6, TMD (tangan metu dhewe) dan remi bersama, remidi berjama’ah, ujian
sekolah dan nasional bersama, pergi ke tes di PTN pun bersama, dan akhirnya
kita lulus bersama. Apa yang pernah kita lalui itu jauh lebih berharga daripada
egoisme diri untuk melupakan IPA 6 sebagai bagian yang pernah ada.
Jangan pernah menyerah atas persahabatan
ini walaupun ada dari kita yang merasa sulit untuk bertahan. Semoga kita semua
yakin bahwa ini hanyalah duri kecil di tengah jalan kita. Mwach… *eaaakkkkk*