•19:20
Menurut gue, bab kesetimbangan ituuuuu paling sulit di antara 3 bab sebelumnya. Coba liat aja foto di atas, gak ada seorang pun yang senyum pas ulangan kesetimbangan. Pusing. Mencret. Gue sendiri juga heran, kenapa manusia-manusia pada gambar di atas bisa masuk IPA semua. Dih, sukses naik kelas aja udah untungnya selangit.

HOREEEEE!! AKHIRNYA... SETELAH MENUNGGU RATUSAN TAHUN LAMANYA, AKHIRNYA GUE NAMPANG JUGA DI BLOG IDIOT KITA INI!! GUE HEPIIIIIII BANGET. YAH, SALAM KENAL NAMA GUE KHUSNUL (NO. 2 DARI ATAS) DARI KELAS IPA 6 YANG TERKENAL MERIAH SAAT JAM KOSONG INI. BAYANGIN AJA TADI PAGI KELAS KITA DARI JAM PERTAMA SAMPAI TERAKHIR KOSONG MULU. PALING-PALING GURUNYA PADA EMOH NGAJAR DI IPA 6 KARENA SELAIN BAU BANGKAI, MURIDNYA BER-IQ MINIM DAN BERDAYA TANGKAP RENDAH. DITERANGKAN GAK NGERTI-NGERTI. YO HO HO
Bagi adik-adik kelas atau temen-temen satu angkatan yang nggak satu kelas nih ada resensi tugas kima. Atau lebih tepatnya buat yang remidi ulangan kimia bab laju reaksi. Silakan download!!
Buat Laju Reaksi
http://www.4shared.com/file/77845449/aa2cb401/TUGAS_KIMIA2.html
Buat Laju Reaksi
http://www.4shared.com/file/77845449/aa2cb401/TUGAS_KIMIA2.html
Futsal lawan X-1. Setelah sempat ketinggalan 0-3 di babak pertama sebelum memperkecil ketinggalan menjadi 2-3, di babak kedua IPA6 mengamuk dan menggelontorkan 4 gol sekaligus. Skor akhir 6-4 untuk IPA6. Yeah!! Kita menang, pecundang!!
Tampak pada gambar di atas M. Rosyid Ridho (no. punggung 10), Wayan Hadi (no. punggung 7) dan beberapa pemain X-1 yang menjadi figuran tidak penting dalam potret di atas.
Yeah, Mamul (no. punggung 19) dari sayap kiri mencoba menggocek bola... Melewati 3 orang pemain X-1 sekaligus. Sekarang kita lihat, apakah Mamul berhasil mengkonversi peluang ini menjadi sebuah gol. Kita tunggu penguasaan bola tingkat tinggi dengan IQ tingkat rendah ini... AAAAAAARGGH!! Gagal berbuah gooooll!!
FRIENDS IPA 6 ANYWHERE IN THIS WORLD... BENTAR LAGI KITA ULANGAN SEMESTER GANJIL. CATET YA, ULANGAN SEMESTER GANJIL. SEBAGAI ANAK IPA, GAK PERLU DAH KITA BIKIN REPE'AN ATAU SEMACAMNYA. APALAGI KERJASAMA DALAM ARTI NEGATIF (TURUNAN) PAS LAGI ULANGAN. YANG PENTING BELAJAR SUNGGUH-SUNGGUH. SIMAK PENJELASAN BAPAK IBU GURU BAEK-BAEK... JANGAN NIRU MANUSIA DI BAWAH INI.

LIAT AJA DEH. SEBENARNYA GUE GAK MAU UPLOAD ORANG INI KE BLOG KITA YANG TERKENAL DENGAN KECERDASAN ANAK-ANAK IPA 6 YANG TERKENAL SAMPAI PENJURU SAMUDERA. MALU-MALUIN. DIH, TIDUR PAS BAPAK IBU GURU SEDANG MENGAJAR, BAGI GUE GAK ETIS BANGET. KARENA ITU, JANGAN TIDUR PAS LAGI PELAJARAN... ENAKNYA TIDUR YA PAS JAM KOSONG!!
LIAT AJA DEH. SEBENARNYA GUE GAK MAU UPLOAD ORANG INI KE BLOG KITA YANG TERKENAL DENGAN KECERDASAN ANAK-ANAK IPA 6 YANG TERKENAL SAMPAI PENJURU SAMUDERA. MALU-MALUIN. DIH, TIDUR PAS BAPAK IBU GURU SEDANG MENGAJAR, BAGI GUE GAK ETIS BANGET. KARENA ITU, JANGAN TIDUR PAS LAGI PELAJARAN... ENAKNYA TIDUR YA PAS JAM KOSONG!!

Indy lagi... Indy lagi...!!! Capek deh... Udah berapa kali sih manusia satu ini nampang di blog kita?? Sialan. Eh, tapi ngomong-ngomong kalian pernah gak nonton film 'PIRATES OF THE CARIBBEAN'?? Tau gak dalam film itu ada tokoh yang namanya Elizabeth Swann?? Menurut pandangan mata gue kok mirip ya sama Indy?? Yo ho ho.
Satu hal yang membuatku merasa nyaman ada di dekatnya adalah bahwa dia mentari pagiku. Di depan kelasku dia berjalan sendiri dengan langkah kaki yang pelan nan anggun bagai peri. Pagi itu aku menyapanya dengan perasaan senang. Dia tersenyum padaku. Meski aku tak pernah tahu setulus apa senyumnya padaku. Bagiku itu sangat berarti, lebih dari apa pun di dunia ini.
Bel tanda jam pelajaran terakhir telah selesai, mengalun dan berdentang. Para siswa berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Penat yang menjalar di tubuhku setelah seharian menuntut ilmu, kurasa mereda saat aku tahu apa yang akan terjadi di hidupku setelah ini. Aku akan mencatatnya dengan tinta emas di antara lembaran kisah kehidupanku.
Siang itu aku merasa waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Dari kejauhan aku melihat dia keluar dari kelas, dengan langkah santai dan tubuh yang sedikit lelah. Sulit rasanya meredakan gemuruh yang melanda sekujur tubuhku. Setiap suara derap langkah kakinya seakan membaur dengan suara detak jantungku.
Telah lama aku memendam perasaan. Setiap pagi aku bertemu dengannya. Mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengannya. Menikmati senyum riang dan teduh wajahnya. Kami berdua berjalan bersama, seiring dengan sebuah ikatan yang bernama ‘persahabatan’. Aroma wangi surgawi terhembus dalam setiap tarikan nafasnya, dan itu bukan halusinasi. Aku menikmati setiap detik kebersamaan yang aku lalui di dekatnya.
Lama aku terbuai dalam lamunan. Seseorang yang lama aku nanti kini sudah berada tepat di depan mata. Seperti biasa aku menyapanya dan dia hanya bisa tersenyum. Dan aku tak pernah tahu apakah senyumnya itu tulus dari relung hati, atau hanya senyum palsu. Dengan tenang dia berlalu.
Lalu aku mengejarnya. Meraih tangannya dan menautkan jemariku di antara lentik jarinya. Dia menoleh dan terkejut. Aku menatap kedua bola matanya baik-baik. Sejenak kemudian aku rasakan detak jantungnya berdetak semakin cepat. Kuputuskan untuk menggandengnya ke dalam ruang kelas. Mendesaknya hingga ujung ruangan.
Sesuatu sedang bergelora dalam pikiranku. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan sekedar untaian kata-kata.
3 kata terpendam dalam hati
Terasa berat hati untuk mengungkap
Terasa beku lidah untuk mengucap
Sesuatu yang menjadi resah jiwa selama ini
Bel tanda jam pelajaran terakhir telah selesai, mengalun dan berdentang. Para siswa berhamburan keluar dari kelasnya masing-masing. Penat yang menjalar di tubuhku setelah seharian menuntut ilmu, kurasa mereda saat aku tahu apa yang akan terjadi di hidupku setelah ini. Aku akan mencatatnya dengan tinta emas di antara lembaran kisah kehidupanku.
Siang itu aku merasa waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Dari kejauhan aku melihat dia keluar dari kelas, dengan langkah santai dan tubuh yang sedikit lelah. Sulit rasanya meredakan gemuruh yang melanda sekujur tubuhku. Setiap suara derap langkah kakinya seakan membaur dengan suara detak jantungku.
Telah lama aku memendam perasaan. Setiap pagi aku bertemu dengannya. Mendapat kesempatan untuk lebih dekat dengannya. Menikmati senyum riang dan teduh wajahnya. Kami berdua berjalan bersama, seiring dengan sebuah ikatan yang bernama ‘persahabatan’. Aroma wangi surgawi terhembus dalam setiap tarikan nafasnya, dan itu bukan halusinasi. Aku menikmati setiap detik kebersamaan yang aku lalui di dekatnya.
Lama aku terbuai dalam lamunan. Seseorang yang lama aku nanti kini sudah berada tepat di depan mata. Seperti biasa aku menyapanya dan dia hanya bisa tersenyum. Dan aku tak pernah tahu apakah senyumnya itu tulus dari relung hati, atau hanya senyum palsu. Dengan tenang dia berlalu.
Lalu aku mengejarnya. Meraih tangannya dan menautkan jemariku di antara lentik jarinya. Dia menoleh dan terkejut. Aku menatap kedua bola matanya baik-baik. Sejenak kemudian aku rasakan detak jantungnya berdetak semakin cepat. Kuputuskan untuk menggandengnya ke dalam ruang kelas. Mendesaknya hingga ujung ruangan.
Sesuatu sedang bergelora dalam pikiranku. Sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan sekedar untaian kata-kata.
3 kata terpendam dalam hati
Terasa berat hati untuk mengungkap
Terasa beku lidah untuk mengucap
Sesuatu yang menjadi resah jiwa selama ini
"Mau motret kegiatan artis terkenal Kiki Fatmala."
"TERKENAL JIDAT LU!! GAK LIAT GUA LAGI NGUPIL GINI APA!!?? KALO PASARAN GUE TURUN GIMANA COBAAAAAAAA!!!??" Bentak Kiki, yang sedikit hiperbolis dalam menyampaikan disreferensinya.
"Ngupil sehat bagi pencernaan." Sang wartawan tampak mengada-ngada dengan hipotesisnya.
Horeeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!! IPA ENEM MENAAAAAAAAAAANG COOOOOOK!!! EEEEH!? ASTAGHFIRULLAH... KOK MISUH-MISUH SIH?? ALHAMDULILLAH MENANG 5-O ATAS X-7. Sekarang kita pesta!! Yaaa!! PESTA!! AKU SUKA PESTA!! MINUMAN DIMANA-MANA!! TERTAWA BERSAMA-SAMA!! Wahahahahahahahahahahahhaha.....Wina, gak pa-pa kan tangannya Zoro melingkar di pundakmu?? Hehehe... Dio ngambek ye?? Mamul... Peh hat-trick pose ngarep dhewe!!

Pada zaman dahulu, di kerajaan livneel, hidup seorang putri kerajaan bernama Septi. Usianya hampir menginjak 17 tahun namun Putri Septi masih sering bertingkah layaknya anak kecil. Hal itu membuat resah baginda raja dan sang permaisuri gundah. Mereka mengadakan sayembara bagi seluruh rakyat kerajaan livneel. Barangsiapa yang berhasil menuntun Putri Septi menjadi gadis dewasa pada umumnya, akan diangkat menjadi pangeran kerajaan. Adalah Nanang, pemuda desa minim wawasan dan pengetahuan yang memutuskan untuk mengikuti sayembara itu karena terpikat wajah imut Putri septi.Sang raja sangat terkejut dengan adanya Nanang yang tampat tidak terlalu sehat untuk mengikuti sayembara. Akhirnya, Nanang berhasil membuat Putri Septi berpikiran lebih dewasa dan tak lama kemudian, mereka menikah dan hidup bahagia.

Suatu hari, Dio yang kelaparan pergi ke kantin. Dia menemui Mak Gonbe, yang merupakan penjual nasi bungkus terlengkap di SMOBUY.
"Mak..." Dio tiba di kantin dengan riang gembira.
Mak Gonbe menoleh dengan tersenyum ceria karena kedatangan pelanggan. Tapi senyum Mak Gonbe pudar setelah mengetahui siapa yang memasuki kantinnya. Orang itu adalah Dio, dengan senyum tololnya.
"Ngapain lu!?" Gerutu Mak Gonbe, yang merasa bahwa kehadiran Dio bukanlah sesuatu yang patut disyukuri.
"Boleh ngutang nasi lagi gak?"
"Gak boleh!!"
"EEEEHH!!??" KENAPA!?"
"Utang lu udah selangit, mau lu tambahin lagi!?"
"Pliss deh Mak. Gue lagi laper nih. Kapan-kapan gue lunasin utang gue beserta bunga-bunganya."
"Gue gak percaya." Tukas Mak Gonbe, yang tidak percaya karena tampang Dio tidak cukup kredibel untuk membayar.
"Percaya deh, Mak. Lu tau sendiri kan gue gampang nyari duit segitu doang."
"Kalo gampang ngapain lu ngutang, jidat?"
"Pliss donk Mak..."
Akhirnya, dengan terpaksa Mak Gonbe bersedia mengutangi nasi bungkusnya pada Dio. Dio sangat senang, meskipun nanti sepulang sekolah dia harus cuci piring di kantin Mak Gonbe.
"Menu hari ini adalah nasi spesial Mak Gonbe. ENAK BANGET!! Nah, omong-omong apaan nih Mak?" Tanya Dio setelah selesai menghabiskan satu bungkus nasi.
"Nasi aking dengan daging tikus cincang, telur dadar buaya, dan krupuk kecoa."
"UWAAAAAAAAAAAAAA!!!" Setelah itu, Dio muntah-muntah.

